Mengenal Lebih Dalam Pedang Excalibur Milik Raja Arthur

Siapa sih yang belum pernah dengar nama Raja Arthur? Pasti semua udah pernah dengar dong? Sedikit ulasan tentang pemimpin Inggris pada abad ke-6 ini.  Raja Arthur pertama kali dikenal sejak berada disekitar St. Gildas yang dimana dirinya datang membawa karangan pada seorang pendeta yang berasal dari Inggris. Walaupun demkian, karangan tersebut lebih menjerumus ke arah akhir kekuasaan Romawi di daerah Inggris. Arthur sendiri yang memiliki tahta kekuasaan dalam memimpin bangsa berhasil menikah dengan Guinevere, yang merupakan seorang putri dari Inggris bagian selatan.

Dirnya dikenal dengan memiliki sebuah pedang bernama Excalibur, yang menurut sebagian orang mempunyai sihir dan kekuatan dalam memimpin negara Inggris.  Bukti kekuatan Arthur terdapat dalam Sword In The Stone yang diambil dari bahasa Prancis yang sudah melegenda. Meskipun terdapat banyak cerita dibalik pedang milik Raja Arthur ini, namun terdapat 2 hal yang sudah dibenarkan keberadaanya. Yang pertama berasal dari legenda Sword In The Stone, terisi dalam beberapa bait pada puisi Robert de Boron Merlin. Puisi tersebut menceritakan Excalibur yang ditarik dari sebuah batu oleh seorang yang benar-benar ditakdirkan untuk menjadi seorang Raja, dan orang tersebut adalah Arthur.

Sedangkan hal kedua muncul dari legenda Lady Of The Lake yang akhirnya mendapatkan Excalibur setelah pedang pertamanya itu rusak dalam pertempuran besar melawan Raja Pellinore.  Ini yang membuat Arthur mendapatkan kekuasaan akibat menarik pedang tersebut dari sebuah batu. Dalam kejadian ini, sebuah tindakan yang dilakukan Arthur tidak bisa sembarangan dilakukan oleh  siapapun didunia kecuali yang memiliki status (Raja sejati). Yang dimaksudkan dalam raja sejati adalah seorang ahli waris atau raja sejati yang bisa memiliki pedang Ecxalibur.

Pedang Excalibur sendiri pernah mengalami kerusakan yang cukup parah, yang dimana pedang tersebut sempat patah digunakan oleh Arthur. Di bagian Vulgate Mort, Arthur memanggil pengawalnya bernama Girflet untuk melemparkan pedang ksatria ke dalam danau terpikat. Setelah 2 percobaan yang dilakukan selalu gagal, sang pengawal pun menuruti permintaan raja Arthur yang meminta dirinya untuk melemparkan pedang tersebut ke danau tadi yang bertujuan untuk memperbaiki pedang Excalibur yang patah tersebut. Yang dimana setelah itu muncul sebuah tangan misterius dari danau terpikat tadi, dengan mengambil kemudian memperbaiki pedang Excalibur patah tersebut untuk kemudian diubah menjadi seperti seharusnya.

Dari pembahasan tersebut, banyak yang mengakui akan kehebatan pedang Excalibur, dimana banyak sekali cerita yang beredar bahwa pedang milik raja Arthur tersebut dapat membelah benda apapun. Meskipun demikian, cerita tersebut ternyata hanya sebuah legenda yang belum ada kepastian jelas mengenai keberadaan pedang Excalibur tersebut. Pedang beserta batu tersebut hingga sekarang masih bika terlihat di San Galgano Abbey, Italia. Legenda pedang milik Raja Arthur inu sudah menyebar sampai ke Inggris. Hingga saat ini saja, pedang Excalibur itu sudah terdapat banyak duplikat. Oleh karena itu membuat sebagian peneliti membuktikan langsung jika pedang milik raja Arthur tersebut berasal dari masa yang sama dengan jalan cerita San Galgano.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Luigi Garlaschelli, bahwa pedang Excalibur yang terdapat di San Galgano Abbey tersebut memiliki kesamaan model dan kompisisi logam pada era legenda. Dan kemudian dirinya menancapkan pedang Excalibur tersebut ke salah satu bagian batu tersebut dan tidak disangka bahwa pedang tersebut mampu menancap batu yang berukuran besar itu dengan mudah.