mengupas fakta tentang pedang damaskus

Mengupas Fakta Tentang Pedang Damaskus

Dari zaman dahulu hingga saat ini tentu beberapa manusia dimuka bumi ini pasti merasa bahwa pedang yang memiliki status tertajam di dunia adalah samurai. Akan tetapi faktanya adalah status pedang tertajam di dunia bukanlah jatuh kepada samurai asal Jepang, melainkan pedang damaskus. Meski jarang terdengar, namun setelah diteliti lebih jauh ternyata pedang damaskus memiliki fakta dan kebenaran yang dapat ditunjukkan dengan beberapa bukti.

Bentuk pedang damaskus tersebut juga terlihat fleksibel yang dari ujung pedangnya bisa dilipat hingga bagian gagang. Jelas banyak sekali yang bertanya-tanya, jika suatu pedang yang memiliki ingkat fleksibel yang tinggi pasti pedang tersebut tidak mampi memiliki status tertajam di dunia, mana mungkin?. Nyatanya pun demikian, dimana pedang damaskus tersebut dikatakan mampu memotong sampai pedang-pedang lainnya yang terbuat dari baja sekalipun. Bentuk yang khas pada pedang damaskus juga terlihat jelas, dimana pada setiap permukaanya terdapat pola tanda air yang mirip seperti pedang asal Indonesia yang sering disebut dengan keris.

Banyak sekali peneliti-peneliti yang sudah melakukan percobaan terhadap pedang damaskus itu. Hingga pada suatu hari para peneliti itu kemudian mengungkapkan bahwa terdapat sebuah karbon nanotubes dalam proses pembuatan pedang damaskus, sehingag menjadikan pedang tersebut sebagai salah satu pedang tertajam di dunia mengalahkan pedang samurai. Namun sangat disayangkan, proses pembuatan pedang damskus pun mulai terhenti pada abad ke-18. Pedang damaskus ini sering kali terlihat dimana saat perang salib yang melibatkan pasukan Arab dengan pasukan Eropa yang dimana memperlihatkan pedang damaskus dapat membelah tameng hingga baju zirah yang dipakai oleh pasukan crusader.

BACA JUGA : Fakta Ketajaman Pada Pedang Katana

Beberapa peneliti lainnya pun menambahkan terdapat adanya nanoteknologi yang hampir mencakup proses pembuata pedang itu dengan skala 0,1 hingga 100 nm. Meskipun kadar karbon nanotubes lebih rendah dengan diameter 4 atau 1/1.000.000. Selain karbon juga terdapat material lain yang dipergunakan dalam proses pembuatan pedang damaskus ini, dimana zat seperti wootz steel juga berhasil ditanamkan dalam bagian badan pedang. Nyatanya bahan tersebut diambil dari India yang dianggap memiliki peran penting dalam pembuatan pedang damaskus, hingga proses pembuatannya pun mulai terhenti akibat habisnya material tersebut yang tidak lagi di impor dari India.

Meskipun mengetahui material apa saja yang terdapat dalam pedang dasmakus, masih terdapat beberapa pihak yang belum mengerti tentang apa yang dimaskud dengan nanotubes. Jika diketahui dari penyebutannya, nano merupakan sebuah ukuran yang dimana memiliki skala 1/1miliyar meter, sedangkan tube adalah sebuah pipa. Untuk itu Karbon nanotubes merupakan sebuah struktur yang berasal dari kikisan atom karbon yang juga memiliki kesamaan dengan atom grafit yang sering kita jumpai pada bagian ujung pensil. Kekuatandari Karbon nanotubes juga luar bisa hebat, dimana kekerasannya bisa melebihi 20-30 kali dari pada baja. Ini berarti, karbon tersebut mampu menahan sebuah helikopter hanya dengan seutas kawat.

Berbeda dengan baja, dimana kekerasannya masih terdapat sifat lunak pada bagian tertentu. Sedangkan baja hasil olehan dari nanotubes memiliki sebuah struktur yang mejadikannya sangat kuat. Inilah yang mmebuat pedang damaskus menjadi salah satu pendang yang sangat ditakuti oleh sebagian kstarian di beberapa negara salah satunya Eropa selama beratus-ratus tahun. Salah satu pemimpin yang pernah menggunakan pedang damaskus ini adalah Salahuddin Al-Ayyubi yang dibawanya saat perang salib ke-3 melawan seluruh entara kristen yang dipimpin oleh Richard The Lionheart.

One thought on “Mengupas Fakta Tentang Pedang Damaskus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *