Pedang Terkenal dan Mematikan dalam Sejarah Beserta Pemiliknya

Pedang Terkenal dan Mematikan dalam Sejarah Beserta Pemiliknya

Dari masa ke masa sebelum era senapan api, ada banyak sekali senjata berbentuk pedang yang dibuat dan digunakan dalam peperangan. Dari semua pedang yang pernah dibuat tersebut, ada beberapa di antaranya yang diciptakan oleh pembuat dan pengrajin pedang terkenal.

Dan berikut ini adalah beberapa pedang yang memiliki sejarah menakutkan karena sangat mematikan beserta cerita terkait dengan pemiliknya.

Pedang Tomoyuki Yamashita

Pedang Tomoyuki Yamashita

Tomoyuki Yamashita merupakan jenderal angkatan bersenjata Jepang saat meletusnya Perang Dunia II. Saat Jepang menginvasi daerah Malaya atau lebih khususnya di Malaysia dan Singapura, Tomoyuki berhasil menaklukkan dan menguasai 2 negara tersebut dalam waktu hanya 70 hari saja.

Dikarenakan hal itulah Perdana Menteri Inggris saat itu, Winston Churchill mengatakan bahwa jatuhnya Singapura dan Malaysia ke tangan Jepang merupakan sebuah kerugian yang sangat besar serta kapitulasi terbesar yang pernah dialami oleh militer Inggris sepanjang sejarah.

Setelah Perang Dunia II berakhir, Yamashita ditangkap dan diadili karena dianggap menjadi orang yang paling bertanggung jawab pada tragedi Manila Massacre dan kekejiannya di Filipina dan Singapura.

Dan selama berkarir di dunia militer, Yamashita menggunakan satu pedang yang selalu menemaninya bertempur yang mana dibuat oleh pandai besi pembuat pedang terkenal di Jepang, yaitu Fujiwara Kanenaga sekitar tahun 1640 dan 1680. Pedang tersebut sekarang tersimpan di West Point Military Museum.

Saber San Martin

Saber San Martin

Pada awal abad ke-18, ada seorang jenderal militer terkenal di Argentina, yaitu Jose de San Martin. Di masa mudanya, dia sempat belajar dan tinggal di Malaga, Spanyol. Pada tahun 1808, setelah urun andil dalam peperangan Argentina melawan Prancis, San Martin mengajak banyak orang di Amerika Selatan untuk bergerak dan memerdekakan diri dari Spanyol.

Dikarenakan kepemimpinannya dalam menyatukan banyak negara di Amerika Selatan untuk bergerak bersama melawan Spanyol tersebut, San Martin mendapatkan banyak penghargaan. Bahkan dia juga ikut serta dalam proses kemerdekaan Republik Peru pada tanggal 28 Juli 1821.

Dalam peperangan atau sedang dalam tugas, San Martin selalu membawa sebuah pedang yang berbentuk melengkung. Pedang saber tersebut didapatkannya saat dia tinggal di London, Inggris. Pedang tersebut terus dibawa oleh San Martin sampai dengan kematiannya. Uniknya, banyak orang di Amerika Selatan, khususnya di Argentina yang memiliki tradisi untuk menyerahkan barang berharganya ketika akan meninggal, justru San Martin memiliki menyimpan pedang tersebut sendiri.

Pedang Wallace

Pedang Wallace

Bagi rakyat atau masyarakat Skotlandia, nama William Wallace sangat populer, terkenal dan dihormati. Uniknya, Wallace sendiri bukanlah seorang bangsawan atau semacamnya, namun adalah seorang pejuang yang gagah berani untuk melakukan pemberontakan dan penyerangan ke pasukan dan benteng-benteng tentara Inggris.

Dikarenakan banyak kekacauan yang mengakibatkan kerugian bagi pihak Inggris, maka diciptakanlah sayembara untuk dapat membawa Wallace hidup atau mati. Sayangnya, tidak ada seorang pun yang tertarik akan sayembara tersebut. Dan melalui pengkhianatan, akhirnya Wallace berhasil ditangkap dan dieksekusi pada saat Raja Edward I of England berkuasa.

Pedang panjang dan besar yang selalu dipakainya di setiap peperangan tersebut kini disimpan di sebuah kotak kaca yang terdapat di National Monument di Stirling, Skotlandia.

Tizona

Tizona

Rodrigo Díaz de Vivar atau yang kerap disebut dengan sebutan El Cid oleh Bangsa Moor adalah seorang bangsawan terkenal serta pemimpin militer pada abad pertengahan di Spanyol. Selama berkarir sebagai seorang petinggi militer, banyak kesuksesan yang diraihnya dalam perang. Dikarenakan hal itulah, dia pernah mendapatkan kehormatan dengan meraih sebutan sebagai Pahlawan Spanyol.

Salah satu pedang yang kerap digunakannya adalah Tizona atau Tizon. Menurut sejarah, Tizon merupakan pemberian dari seorang raja di Valencia, King Yucef. Setelah itu, El Cid selalu membawanya dalam segala aktivitas, termasuk perang. Sekarang ini, Tizona disimpan dan dipamerkan dalam kotak kaca di Museo de Burgos di Spanyol.